Di era saat ini, yang memegang peranan terpenting dalam setiap tatanan kehidupan manusia adalah uang. Bahkan tak sedikit dari manusia yang menganggap bahwa uang merupakan tolak ukur dari kebahagiaan seeseorang. Ada uang maka ada kebahagiaan, pun jika tak ada uang maka tak akan ada kebahagiaan. Lalu apakah semua orang menganggap hal yang demikian itu adalah sesuatu yang benar dan mutlak untuk diusahakan. Ternyata dari sekian banyak manusia, masih ada segelintir orang yang mendefinisikan bahagia itu bukan karena uang, akan tetapi bahagia itu mencakup tiga hal utama. Pertama, bahagia karena hati yang selalu bersyukur. Sejatinya orang kaya adalah orang orang yang hatinya penuh dengan kesyukuran bukan orang yang punya banyak harta. Sebenarnya ketika seseorang yang tak punya materi, dia sudah menjadi orang kaya apabila dia mensyukuri apa yang dia miliki saat ini. Yang kedua yakni bahagia apabila mempunyai pasangan yang sholeh dan sholehah. Dan yang ketiga yakni, bahagia apabila mempunyai anak yang sholeh dan juga sholehah. Sungguh ketika kita baru berfikiran hal yang demikian itu kita sudah merasa bahagia, maka hal tersebut InsyaAlloh akan membawa sebuah kebahagiaan untuk kita nanti. Maka dari itu, mulai dari sekarang ubahlah cara pandang kita terhadap dunia yang sementara ini, materi bukanlah segalanya karena materi tak akan dibawa sampai mati.
Kawanku, ku bangga bisa mengenalmu. Sebuah anugerah kita sempat dipertemukan dalam lingkungan yang sama. Senyummu senyumku senyum kita semua akan selalu terekam dalam memory ingatanku. Ketika bagaimana kamu bilang balung kepadaku, ketika bagaimana kamu sering nyubit dan mukulin aku, ketika bagaimana kamu sering ngledekin aku, ketika bagaimana kamu sering bilang cingcong kepadaku, dan ketika bagaimana kamu membuatku tertawa disetiap waktuku. Kawan, masih inginkah kamu menjadi penanggungjawab mata kuliah Bahasa Inggris 2 ? Ataukah sebenarnya ingin tetap menjadi bendahara? Maafkan aku kawan ketika memang aku ini belum bisa menjadi kawan baikmu, belum bisa menjadi ketua kelas yang bisa mengayomimu serta teman temanmu. Satu hal yang membuatku bahagia ketika kamu berhasil diterima di STAN, satu hal yang juga membuatku tak menginginkan kamu pergi dari pendidikan fisika setelah Tiara Nur Khanifa, Ardianto, Titis ,dan sekarang kamu. Tak sabar ketika nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam...

Komentar
Posting Komentar