Langsung ke konten utama

Postingan

Ku Rindu Dirimu

"Simbah" mungkin itulah yang saat ini terngiang dalam benak dan pikiranku. "Simbah" kehadiranku di kehidupanmu semoga tak memberatkan segala beban hidupmu, semoga pertemuan kita yang singkat ini memberimu sedikit arti kebahagiaan memiliki seorang cucu. "Simbah" belum terhitung lama ketika engkau pergi meninggalkanku dan semua kenangan kita untuk bertemu dengan Rabb mu tapi hati ini sudah berkata rindu  untuk berjumpa lagi denganmu "Simbah". "Simbah" meskipun seringkali tutur kata dan tingkah lakuku yang  membuatmu tak kuasa menahan semua amarah dan emosimu, tapi aku ingin engkau tau bahwa cucumu saat ini sangat merindukanmu, menginginkan kita bisa bersenda gurau lagi seperti kala itu dan menghabiskan masa masa kecilku bersamamu. "Simbah" jikalau engkau mau datang dalam mimpiku malam ini, maka tak kan ku sia siakan waktu itu untuk ku habiskan bersamamu.  Teringat ketika satu tahun yang lalu engkau sudah cukup dibuat sedih...
Postingan terbaru

Aku menyayangimu selalu, ayah

Beberapa waktu yang lalu aku melihat pria itu lagi, seorang pria dengan muka galak dan menakutkanku itu mulai mengatakan sesuatu kepadaku dengan nada-nada tingginya seakan penuh dengan amarah menyelimuti dirinya. Aku pun mulai bertanya-tanya kepada diri sendiri tentang apa yang akan dikatakan lelaki galak itu kepadaku. Perlahan lelaki itu mendekatiku sembari bertanya,"bagaimana kabarmu nak?". Ya, lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah ayahku. Beliau adalah sosok seseorang bermuka galak yang sangat aku hormati. Sedari kecil, beliaulah yang selalu memperjuangkan apapun semua kebutuhan dan keinginanku, tak ingat waktu, tak ingat kondisi, beliau tetap bekerja keras hanya demi seorang bocah yang sampai saat ini belum bisa memberikan apa pun kepada beliau selain rasa malu kepada keluarga.  Ayah, aku tau engkau tak semuda dulu, aku tau tulang-tulang yang dulu kuat untuk berjalan dan memikul beban apapun sekarang sudah mulai terasa sakit karena kerja kerasmu. Ayah, masih ing...

Menenangkanku

Setiap insan mempunyai sejarah di dalam hidupnya, setiap insan mempunyai masa yang sudah berlalu di dalam hidupnya, tak terkecuali dengan saya yang saat ini sudah berusia dua puluh dua tahun lamanya. Tapi entah kenapa ada satu hal yang tidak berubah dari masa lalu sampai saat ini di dalam hidup saya.  Ibu, beliaulah yang tidak berubah hingga saat ini. Sosok pahlawan yang tempo hari mempertaruhkan apa yang beliau miliki hanya demi saya, sosok pahlawan yang kala itu mempertaruhkan nyawa beliau hanya demi sosok seorang bocah yang beliau kasihi semenjak di dalam kandungan beliau. Sejak saat itu saya berada di dalam kandungan, engkau pasti dengan sabarnya menenangkanku, engkau pasti dengan sabarnya merawatku, engkau pasti dengan sabarnya selalu berkorban untukku bu. Seberapa berhargakah sosokku bagimu bu? Bu, inginku selalu berada di dekatmu, menjagamu di usia senjamu, merawatmu di hari tuwamu, membahagiakanmu di sisa akhir hidupku. Engkau yang dulu selalu menemaniku, engkau...

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...
Memang Saya Ingin Cepat Wisuda, tapi Menjadi Mahasiswa itu Menyenangkan Siapa yang tak ingin menjadi seorang mahasiswa? Tentu saja menjadi seorang mahasiswa adalah impian dari sekian banyak orang. Karena menjadi seorang mahasiswa identik dengan kaum yang berintelektualitas tinggi, penuh dengan ilmu pengetahuan dan seorang yang dipandang dalam masyarakat. Banyak orang-orang diluar sana berlomba-lomba untuk dapat masuk ke bangku perkuliahan, terutama untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.  Perguruan Tinggi Negeri menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan untuk melanjutkan study mereka ke bangku perkuliahan. Tidak heran jika setiap tahunnya banyak sekali jumlah peserta SNMPTN maupun SBMPTN yang membanjiri kampus-kampus negeri di Indonesia. Tetapi tahukah kawan, bahwa mau kuliah dimanapun kita ternyata tidak menjamin kesuksesan kita nanti? Banyak orang yang bilang kuliah di kampus negeri ternama dapat menjamin pekerjaan kita kelak nanti. Memang benar yang dikatakan ...

Selamat Hari Ibu Wahai Ibundaku

Selamat Hari Ibu untuk ibukku yang sejauh ini dengan ketulusan dan penuh kesabaran telah memberikan limpahan kasih yang tak ternilai besarnya, maaf sampai saat ini aku masih saja menyusahkanmu, Buk. Buk, usiamu kini telah menginjak kepala lima,  engkau yang dahulu selalu ku andalkan, kini timbul sebuah keraguan, engkau yang dulu terlihat kuat, sekarang terlihat memucat. Buk....mengapa engkau selalu saja ingin terlihat kuat di depan anak-anakmu? mengapa engkau selalu saja menyembunyikan lelah yang engkau rasakan di depan anak-anakmu? mengapa buk? mengapa engkau tidak pernah menunjukkan semua itu kepadaku? sedangkan aku tau, engkau menanggung beban yang teramat berat atas semua tingkahku. Apakah ini yang dinamakan sebuah ketulusan hati seorang ibu? Buk, jikalau engkau lelah denganku, katakanlah buk, jikalau engkau bosan dengan semua bosan dengan tingkahku bersabarlah buk dan jikalau engkau tak menginginkan maka sampaikanlah kepadaku buk. Tapi mengapa sedikitpun aku tak melihat ...

Bukan 1 atau 2 tapi 3 : Persatuan Indonesia

Negeri ini semakin rapuh, polemik timbul disana sini. Bencana alam yang untuk sementaran ini belum terdengar lagi, mampu menenangkan hati untuk sementara waktu ini. Namun, ketenangan itupun hanya bersifat sesaat ketika kita mendengar berita berita tentang kemerosotan moral yang dialami oleh bangsa ini. Ya, moral bangsa ini semakin merosot, bahkan hampir tidak jauh beda dengan orang yang tak bermoral. Tentu saja masa depan yang gemilang sangat didambakan oleh setiap orang, namun jikalau kita melihat mereka yang dalam tanda kutip tidak mempedulikan pendidikan mereka dengan berbagai macam alasan tentunya idealitas yang semacam itu sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin untuk diwujudkan. Selasa, 22 Juli 2014, semua warga negara Indonesia bahkan dunia akan menjadi saksi sebuah revolusi sistem pemerintahan dalam negeri. Apakah Prabowo-Hatta ataukah Jokowi-JK yang akan menduduki kursi tertinggi dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, setelah sebelumnya memang sud...