Suatu hari ada seorang anak bernama Usep yang sedang menggembalakan kesepuluh sapinya di suatu pada rumput terbuka. Kesepuluh sapinya merupakan sapi sapi dengan kualitas super sehingga mempunyai bentuk tubuh yang besar serta proporsional. Seharian Usep telah menggembalakan sapi sapina, dan tiba saatnya si Usep untuk kembali menggiring sapi sapinya tersebut kembali ke kandang. Usep menaiki salah satu dari kesepuluh sapi yang dia punyai. Sebelum kembali ke rumah, si Usep terlebih dahulu menghitung jumlah sapi-sapiny. Satu...Dua..Tiga..Empat..Lima..Enam..Tujuh..Delapan..Sembilan...Kemudian si Usep pun kaget dan terheran-heran ketika dia menghitung jumlah sapi-sapinya ternyata hanya ada 9 ekor. Si Usep kembali menghitung sapinya, Satu...Dua..Tiga..Empat..Lima..Enam..Tujuh..Delapan..Sembilan..Ternyata tetap ada 9 ekor sapi yang terhitung olehnya. Lalu kemanakah satu ekor sapi yang lainnya? Usep curiga mungkin seekor sapi miliknya yang satu lagi telah dicuri oleh seseorang. Lalu kemudian datanglah seorang pria paruh baya yang menghampiri Usep yang saat itu terlihat gugup dan kebingungan. Lalu, orang tersebut bertanya kepada Usep, "wahai anak muda, apakah yang mebuatmu terlihat gugup dan kebingungan seperti itu?". Usep pun menjawab," seekor sapi milik saya telah dicuri oleh seseorang, seharusnya ada 10 ekor sapi yang saya gembala tapi ini hanya ada 9 ekor sapi". Lalu orang paruh baya tersebutpun mencoba untuk menghitung jumlah sapi yang ada Satu...Dua..Tiga..Empat..Lima..Enam..Tujuh..Delapan..Sembilan..sepuluh..."Jumlah sapi mu ada 10 ekor ko, nak" kata orang tersebut. " Mengapa hasil hitunganmu berbeda dengan hitunganku?" kata Usep kepada orang tersebut. Lalu orang tersebut menjawab, " Itu karena sapi yang engkau naiki belum kamu hitung, nak ". Si Usep pun tersipu malu ketika dia tidak menyadari bahwa sapi yang dia naiki belum dia hitung.
Maka dari itu teman-teman, terkadang kita itu memang tida menyadari bahwa diri kitalah yang tidak tahu :)
Komentar
Posting Komentar