Langsung ke konten utama

Mendidik dengan Hati Menjadi Insan Rabbani

            
            Taman Pendidikan Al-Qur’an NURUL AMAL merupakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang terletak di Jalan Surya 2 RT 02 RW 25 Jebres Tengah, Surakarta. TPQ yang berdiri sekitar tahun 2007 ini, memiliki anak didik yang aktif dalam pembelajaran sehari-hari sekitar 30 anak. Kegiatan TPQ ini dilakukan setiap hari Senin sampai dengan hari Jum’at, dimulai sekitar pukul 16.00 dan berakhir sekitar pukul 17.15.
            Di TPQ ini, setiap anak yang datang lebih awal dari teman-temannya yang lain bertugas memanggil teman-temannya yang yang belum datang melalui speaker yang ada di TPQ tersebut dengan cara menyebutkan nama teman-temannya yang belum datang. Hal ini membuktikan bahwa di TPQ tersebut diajarkan nilai-nilai tentang kepedulian satu sama lain. Dengan adanya penanaman nilai-nilai tentang kepedulian ini, diharapkan nantinya anak didik yang ada di TPQ ini mampu tumbuh dewasa dengan disertai rasa kepeduliaan yang tinggi dan tanpa dibarengi dengan keegoisan yang hanya mementingkan diri sendiri.
            Kegiatan yang dilakukan di TPQ ini antara lain yakni shalat berjama’ah, penyampaian materi, mengaji private, dan lain sebagainya. Shalat berjama’ah ini dilakukan selain untuk memenuhi kewajiban sebagai hamba-Nya, juga untuk menjalin serta mempererat rasa kebersamaan satu sama lain, baik antara satu anak dengan anak yang lain, antara anak dengan pengajar mereka di TPQ, antara anak dengan orang tua serta keluarga, bahkan antara anak didik dengan masyarakat sekitar. Shalat berjama’ah ini juga melatih para anak didik untuk berlatih hidup berkelompok dan tidak tumbuh dengan sifat individualis. Dalam hal ini, selain menjunjung tinggi nilai-nilai serta aturan yang ada di agama Islam, juga nantinya diharapkan ketika mereka tumbuh dewasa, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
            Materi disini dimaksudkan agar mereka lebih mengetahui serta lebih memahami dan lebih mengerti bagaimana pengaplikasian ilmu yang mereka dapatkan dari TPQ tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.Misalnya saja dalam TPQ tersebut mereka diajarkan bahwa kita sebagai bangsa yang memiliki beraneka ragam agama, suku, budaya dan bahasa , harus memiliki rasa toleransi satu sama lain, sehingga akan tercipta suatu kehidupan yang harmonis antara satu orang dengan orang yang lain, antara satu kelompok dengan kelompok yang lain bahkan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain. Sebagai contoh yakni sikap toleransi antar umat beragama. Ketika umat muslim sedang melakukan shalat berjamaah, maka meraka yang dari agama lain tidak mengganggu orang muslim yang sedang menunaikan shalat berjamaah tersebut dengan cara tidak membuat gaduh sehingga tidak mengganggu kekhusukan para jamaah.
            Mengaji private disini sebenarnya seperti mengaji pada umumnya, cuman bedanya disini lebih menekankan pada pemahaman tentang apa yang mereka baca. Jadi sesudah mereka mengaji, pengajar akan menjelaskan maksud dari apa yang telah anak didiknya baca.
Seperti inilah potret pendidikan yang ada di TPQ tersebut :





          

            Di TPQ ini mereka juga dilatih untuk bermimpi, yang mana mimpi mereka dituangkan ke dalam bentuk tulisan kemudian di tempel di dinding TPQ tersebut bersama dengan mimpi teman-temannya yang lain. Hal yang demikian ini dimaksudkan untuk menjadi motivasi mereka dalam menjalani hidup ini, untuk menjadi acuan dari setiap tindakan dan perbuatan mereka ke depan, dan sempat saya membaca salah satu dari impian mereka yakni menghafalkan Al-Quran. Impian ini bukan sembarang impian. Impian ini adalah impian yang sekilas terdengar gampang tetapi dalam pembuktiannya diperlukan kerja keras dan kesabaran. Pendidikan yang seperti ini sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia, tak hanya mengedepankan pendidikan yang bersifat formal dan informal, akan tetapi pendidikan yang bersifat non formal pun sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang anak ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...