Langsung ke konten utama

Si Udin Bermimpi Keluar Negeri

Udin adalah seorang mahasiswa dari sebuah program studi di salah satu universitas negeri di Indonesia. Udin bukanlah orang yang luar biasa, dia hanyalah seorang anak yang bisa dibilang anak desa dan berasal dari keluarga tak punya. Kuliahnyapun karena adanya beasiswa yang dia dapatkan. Di kampusnya, hanya ada satu unit kegiatan mahasiswa yang bersifat keilmiahan yang dia ikuti. Suatu ketika, terbayang dibenak Udin bahwasanya dia ingin pergi keluar negeri. Jerman adalah tujuan utamanya. akan tetapi disini Udin hanya berpikiran secara idealitas saja tanpa mempertimbangkan realitas yang ada. Udin berpikir bagaimana caranya dia bisa jalan jalan ke luar negeri tanpa bantuan uang sepeserpun dari orang tuanya. Suatu ketika, sedikit harapan itupun muncul ketika Udin mendapati sebuah ajang perlombaan Paper Internasional, dimana yang memenangkan perlombaan tersebut, akan mendapatkan satu buah tiket jalan jalan ke Jerman selama 1 minggu. "Apabila saya bisa memenangkan perlombaan tersebut, saya bisa jalan jalan ke luar negeri nih", pikir si Udin ketika itu. Padahal si udin belum punya pengalaman dalam penulisan dan perlombaan paper, apalai ini adalah tingkat Internasional yang pastinya diikuti oleh banyak orang orang cerdas dari berbagai negara. Satu minggu waktu yang dia miliki untuk segera membuat dan mengirimkan papernya tersebut ke perlombaan tersebut. Enam hari telah berlalu, dan apa yang Udin dapatkan? Dia sama sekali belum mendapatkan apa apa untuk papernya tersebut. Hingga dia berputus asa dan tidak mau melanjutkan pembuatan paper tersebut. Akan tetapi di malam harinya dia teringat akan perkataan ibunya yang mengatakan, " jangan pernah berputus asa nak, yakinlah bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan itu Maha Memberi apa yang diminta oleh hamba-Nya!". Kemudian, dengan sigap si Udin segera bergegas untuk menyelesaikan papernya dalam waktu semalam. Dak pengumn pagi harinya, selesailah paper yang hendak dia kirimkan ke ajang perlombaan Paper Internasional. Sebulan telah berlalu, tiba saatnya untuk pengumuman pemenang dalam perlombaan Paper Internasional. Dan tak ada yang menyangka serta tak ada yang menduga, si Udinlah yang menjadi juara dalam ajang perlombaan Paper Internasional tersebut dan berhak mendapatkan satu buat tiket untuk berlibur ke Jerman.
Kalian pasti tau kan pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah si Udin? Putus asa dan menyerah bukanlah solusi nyata untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, berusaha disertai dengan doa sejatinya lebih baik daripada kita hanya mengeluh dan berputus asa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...