Langsung ke konten utama

Kenali Diri Mencetak Generasi Produktif


            Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di dunia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengangguran yang ada pada saat ini. Tidak hanya itu, tingkat perekonomian Indonesia semakin lama juga semakin menurun yang mengakibatkan nilai kurs rupiah semakin jatuh jika dibandingan dengan nilai kurs mata uang dari negara lain. Ketika hal yang semacam ini dialami oleh Indonesia, lalu siapakah yang patut disalahkan dan harus bertanggungjawab untuk semua ini? Tidak perlu mencari siapakah yang salah dan siapakah yang harus bertanggungjawab atas semua itu, karena ketika kita disibukan untuk mencari siapakah yang salah dan siapakah yang harus bertanggungjawab atas semua ini, tanpa disadari semakin lama kita akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain.
            Melihat kondisi Indonesia seperti itu, sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda, generasi penerus bangsa dan pewaris tanah air tercinta harus menjaga, merawat dan mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Lalu bagaimanakah langkah konkrit kita untuk menghindari kemungkinan terjadinya keterpurukan dan kehancuran negeri ini? Satu langkah awal sebagai pondasi kita untuk meperbaiki negeri ini adalah mengembangkan potensi diri yang ada dalam diri setiap manusia. Sebelum kita mengembangkan potensi dalam diri kita, tentunya yang terlebih dahulu kita lakukan adala mengenal jati diri kita, karena dengan begitu kita mampu mengembangkan potensi tersebut secara optimal. Seorang tokoh yang pernah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia yakni beliau B. J. Habibi. Ada sebuah kisah yang sangat menarik dari beliau bahwasnya beliau belajar bukan untuk dirinya sendiri, beliau mencari ilmu juga bukan untuk menjadi pintar dan dipandang banyak orang, akan tetapi beliau belajar untuk negeri tercinta Indonesia. Betapa jarang pada saat ini kita untuk menemukan sosok yang seperti Habibi, karena kebanyakan orang pada saat ini hanya mendahulukan ego mereka masing-masing.
            Jadi pada dasarnya yang terpenting bukanlah bagaimana cara kita untuk mendapatkan ilmu sebanyak mungkin, akan tetapi sebagai langkah awal untuk meraih sebuah prestasi kita harus mengenali potensi dalam diri. Disini saya juga mengajak kepada temen-temen semuanya, katakanlah kita sebagai mahasiswa, bahwasanya ini adalah momen yang tepat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. INDONESIA…BISA !!!
           

            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...