Pagi itu, ku mulai hariku dengan langkah kaki yang tak sabar untuk segera bergegas ke masjid. Hari itu adalah hari dimana umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri, hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah di bulan suci. Tak sangka, disana ku bertemu dengan beberapa orang yang memang merupakan kawanku dari SD. Bangga ku melihat mereka. Kawanku ada yang sudah bekerja, bahkan beberapa dari mereka ada yang sudah melepas masa lajangnya. Ketika ku bertanya kepada salah satu dari mereka terkait dengan pekerjaan apa yang sedang digelutinya, ternyata dia sudah bekerja di sebuah perusahaan yang memang diimpikannya. Dan inilah aku, ini adalah jalan hidupku yang aku pilih. Bukan karena ingin menjadi orang yang dipandang di desaku, tapi karena ini adalah impianku sejak dulu. Sayangnya hari itu ku tak bisa bertemu dengan kawan karibku dari dulu, mereka berdua ternyata sedang menjalankan sebuah pendidikan kemiliteran di dua tempat yang terpisah jauh jaraknya. Akan tetapi, ketika nanti mereka berdua kembali ke tanah kelahiran mereka, pasti banyak sekali cerita yang hendak mereka bagikan kepadaku. Dan kini pun aku tertawa, ketika di usiaku yang hampir menginjak 19 tahun ini teringat masa masa kecilku yang dipenuhi dengan canda dan tawa dari kawan kawanku. Yang dulu kami hanya anak kelereng, sekarang telah bermetamorfosa menjadi pemuda mentereng. Dan saya yakin keceriaanku tak kan berakhir di masa kecilku, akan tetapi akan berlanjut ke anak cucu cicitku.
Kawanku, ku bangga bisa mengenalmu. Sebuah anugerah kita sempat dipertemukan dalam lingkungan yang sama. Senyummu senyumku senyum kita semua akan selalu terekam dalam memory ingatanku. Ketika bagaimana kamu bilang balung kepadaku, ketika bagaimana kamu sering nyubit dan mukulin aku, ketika bagaimana kamu sering ngledekin aku, ketika bagaimana kamu sering bilang cingcong kepadaku, dan ketika bagaimana kamu membuatku tertawa disetiap waktuku. Kawan, masih inginkah kamu menjadi penanggungjawab mata kuliah Bahasa Inggris 2 ? Ataukah sebenarnya ingin tetap menjadi bendahara? Maafkan aku kawan ketika memang aku ini belum bisa menjadi kawan baikmu, belum bisa menjadi ketua kelas yang bisa mengayomimu serta teman temanmu. Satu hal yang membuatku bahagia ketika kamu berhasil diterima di STAN, satu hal yang juga membuatku tak menginginkan kamu pergi dari pendidikan fisika setelah Tiara Nur Khanifa, Ardianto, Titis ,dan sekarang kamu. Tak sabar ketika nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam...

Komentar
Posting Komentar