Langsung ke konten utama

Hiruk Pikuk Anak Perantauan


Ramadhan tahun ini, ku habiskan sebagian besar waktu liburanku di Solo. Hal ini ku lakukan bukan karena ingin merasakan rasanya jadi anak perantauan akan tetapi ini adalah sebuah bentuk pengabdian dan pertanggungjawaban. Hal itu tak masalah bagiku, yang jadi permasalahan adalah bagaimana caranya aku bisa bertahan sampai tanggal 30 Juli 2013 di Solo, sementara tanggal 10 Juli 2013 aku udah diusir dari kos terdahulu, sedangkan kontrakan masih dalam proses perbaikan. Untung masih ada kos penampungan yang bersedia menampungku disana, dan ternyata disana juga sudah ada kakak seperjuangan. Mas Didik eko Saputro adalah kakak pertama ( Sunggokong ), mas Langgeng Asmoro adalah kakak kedua ( Jendral Tienpeng ) dan mas Chrisbi ( Wuching ) adalah kakak ketiga yang selalu setia menemaniku....Dan Guruku adalah Mas Fardhan ( Tong San Cong )...Nahlo malah jadi nyasar ke cerita kera sakti. :D
Selama sekitar 20 hari, tempat tinggalku berpindah pindah, kadang di kos penampungan, kadang di rumah seseorang. Ya inilah nasib bujangan pengangguran yang tak punya tempat tinggal. Akhir bulan sudah waktunya kontrak kos penampungan berakhir, dan terpaksa kami pun harus segera meninggalkan kos penampungan tersebut dan bergegas menuju kontrakan idaman. Sekitar tiga hari ku bertahan di kontrakan idaman sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Memang si kalau dibaca dan dipikir-pikir ceritanya ngambang dan tak masuk akal karena memang ada beberapa yang tak aku ceritakan dan tak aku publikasikan...#aja penasaran ya :D
Di perjalanan pulang, ada seseorang yang sok kenal dan betanya," arep ngendi?", kemudian aku pun menjawab, " enyong garep meng kebumen", dan dia pun membalas," ya wis ayuh bareng". Ternyata oh ternyata dia juga anak Kebumen. Tak diduga tak disangka, dia tak tau jalan pulang, dan aku pun yang menggiringnya pulang ke kandang. Sampai di Jogja, kita berpisah, entah kemana dia, aku pun tak tau. Saya hanya bisa mendoakan," moga moga bocah kae mau bisa tekan umah aja tekan solo maning".
Sesampainya di rumah ternyata tak ada siapapun di rumah, dan akhirnya ku putuskan untuk beristirahat dan melepas rasa lelah. Di rumahpun yang saya lakukan kebanyakan adalah membantu pekerjaan orang tuwa, entah itu jaga warung, nyuci ataupun bersih bersih rumah.
Dan hari ini adalah hari terakhir ku berlibur di kampung halaman, dan esok pagi aku harus segera bergegas kembali ke kota perantauan. Berat memang harus meninggalkan segala sesuatu yang ada di kampung halaman, tapi apa daya karena ini adalah sebuah pengorbanan. Dan untuk lebaran tahun ini tak ada THR THRan, tambah tuwa tambah ora ulih THR.  :D


*ngapurane ya mas mas sing tek gawa gawa jenengen menowo ceritaku kie ana sing nyinggung ati :)
  Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...