Langsung ke konten utama

Apa yang Aku Dapatkan Hari ini?

Apa yang kita dapatkan hari ini? sebuah kebahagiaan ataukah sebuah kekecewaan? banyak sekali jawaban yang mungkin dihasilkan dari sebuah pertanyaan sederhana yang semacam itu. Akan tetapi itu semua kembali lagi kepada apa yang sudah kita lakukan pada hari ini. Tak harus menggunakan uang ataupun segala materi yang kita miliki untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan yang real. Ketika apa yang kita lakukan pada hari ini memberi sebuah kebermanfaatan yang positif bagi orang lain, sejatinya itu adalah kebahagiaan yang memang seharusnya kita harapkan. Namun pola pikir masyarakat pada zaman ini hanya terpaku pada materi, bahwasanya kebahagiaan itu bisa dibeli dengan materi yang kita miliki. Hal yang demikian ini yang menyebabkan orang-orang banyak stres dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan alasan karena mereka tidak memiliki uang dan hidup dalam kemiskinan. Perlu kita benarkan hal yang semacam ini, untuk membentuk kader kader muda, kader kader penerus bangsa.
Lalu, baikah ketika kita membanggakan segala sesuatu yang memang bukan milik kita, banggakah kita ketika kita melebih-lebihkan segala macam bentuk titipan-Nya? Yang perlu kita ingat adalah tidak selalu kebahagiaan yang sedang rasakan tersebut adalah sebuah bentuk kenikmatan, ada kalanya kabahagiaan tersebut sejatinya merupakan sebuah ujian bagi kita agar bagaimana kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan Oleh-Nya selama ini. Karena bisa jadi apa yang kita dapatkan pada hari ini merupakan bentuk kenikmatan terakhir-Nya yang akan kita temui. Bersyukurlah kita yang masih bisa merasakan Nikmat-Nya hingga saat ini.
Alhamdulillah...
Ingatlah bahwasanya Allah itu Maha Memiliki, Allah itu Maha Memberi, Percayalah bahwa Allah akan memberi balasan yang InsyaAlloh akan melebihi apa yang sudah kita lakukan. Allah itua Maha Adil...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Urung Biasa Nganggo Bahasa Indonesia

Jaman mbiyen, pas umurku sekitar 5 taun pas nyong esih TK , nyong kuwe jerene si bocahe nakal banget, padahal menurutku ya ora patia nakal lah, lumrahe lah ya nek cah cilik njaluke werna werna, di tokokna siji njaluke loro, ditokokna loro, njaluke 3, ditokokna telu njaluke 4, eh malah bareng ditokokna 10 malah ora gelem nampani. Lah wong sing jenengane cah cilik ya maklum lah ya, wis lumrahe. Kie tau nyong pas disengi meng pasar, jenenge pasar karangbolong, nang kono kuwe nyong weruh mobil-mobilan crash gear sing nang tv bisa metu kewane. Hla nyong njaluk malah ora dituruti, mergane dina kuwe nyong wis tuku mobil-mobilan crash gear ana 3. Ya wis lah ya, sing jenengane cah cilik ngertine ya mung nangis, ya wis nyong nagis bae, mbok mbok ditokokna maning kaya sedurung durunge nek nangis. Eh jebule malah ditokokna maning. Sangar mbok? nangis kuwe senjata ampuh. Nah, enteni bae ya crita ciliku mbiyen, kie masalahe ceritane anu to be continued :D

Kawanku, Bahagiamu juga Bahagiaku

Kawanku, ku bangga bisa mengenalmu. Sebuah anugerah kita sempat dipertemukan dalam lingkungan yang sama. Senyummu senyumku senyum kita semua akan selalu terekam dalam memory ingatanku. Ketika bagaimana kamu bilang balung kepadaku, ketika bagaimana kamu sering nyubit dan mukulin aku, ketika bagaimana kamu sering ngledekin aku, ketika bagaimana kamu sering bilang cingcong kepadaku, dan ketika bagaimana kamu membuatku tertawa disetiap waktuku. Kawan, masih inginkah kamu menjadi penanggungjawab mata kuliah Bahasa Inggris 2 ? Ataukah sebenarnya ingin tetap menjadi bendahara? Maafkan aku kawan ketika memang aku ini belum bisa menjadi kawan baikmu, belum bisa menjadi ketua kelas yang bisa mengayomimu serta teman temanmu. Satu hal yang membuatku bahagia ketika kamu berhasil diterima di STAN, satu hal yang juga membuatku tak menginginkan kamu pergi dari pendidikan fisika setelah Tiara Nur Khanifa, Ardianto, Titis ,dan sekarang kamu. Tak sabar ketika nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam...