Dakwah
adalah suatu cara penyampaian kebenaran dalam Islam yang memang sangat dibutuhkan
oleh masyarakat global pada zaman ini. Bahkan tak sedikit dari kita yang takut
ketika mendengar kata dakwah karena ketika siapa saja yang menyampaikan dakwah
tanpa didasari dengan cara yang benar, maka hal tersebut bisa saja membahayakan
dirinya sendiri, bahkan bisa membahayakan Islam dan dakwah secara umum. Maka
dari itu, ketika seseorang hendak berdakwah, ada beberapa persyaratan minimal
yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Pertama yakni menjadi tauladan sebelum
berdakwah. Hal ini menunjukan bahwasanya ketika kita hendak berdakwah, lihatlah
diri kita terlebih dahulu. Sudah pantaskah kita untuk berdakwah? Jika memang
kita dirasa belum pantas untuk berdakwah, maka perbaikilah diri kita terlebih
dahulu sebelum kita berdakwah. Tujuan dari hal yang semacam ini yakni ketika
seseorang berdakwah, sejatinya orang tersebut hendak mengumpulkan masa dan
membuat mereka percaya kepada kita. Bahkan Allah telah menyebutkan dalam surat
Ash-Shaff ayat 2-3 yang berbunyi , “Wahai
orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang
tidak kamu erjakan.” Dari ayat tersebut, hal yang memang sangat fundamental
ada kebenaran dari apa yang kita sampaikan. Sebuah kebenaran yang memang sudah
kita kerjakan.
Yang
Kedua yakni mengikat hati sebelum memperkenalkan. Sejatinya manusia telah
diciptakan dari segumpal daging yang apabila segumpal daging tersebut baik,
maka baiklah seluruh tubuhlah, pun sebaliknya ketika segumpal daging tersebut
buruk maka buruknya seluruh tubuhnya. Segumpal daging tersebut yakni hati
manusia. Ketika memang kita hendak melakukan sebuah dakwah, maka yang perlu
kita lakukan adalah mengikat hati setiap manusia agar mau menerima dakwah
dengan lapang dada dan hati yang terbuka. Kemudian yang ketiga yakni memberikan
pengertian sebelum meberikan tugas. Untuk hal yang semacam ini, pembahasan kita
lebih ke arah bagaimana kita memeberi sebuah pengertian kepada masyarakat untuk
mau menerima dakwah dan menjalankan setiap anjuran yang ada dalam Islam. Karena
jika kita I spertmemberiakan sebuah tanggungan yang sangat berat bagi setiap
objek dakwah, bisa saja orang orang tidak mau atau enggan menerima dakwah
bahkan tak sedikit dari kita yang enggan untuk mengenal dakwah.
Yang
selanjutnya yakni bertahap dalam memberikan tugas. Mengapa itu sangat
diperlukan? Itu karena untuk setiap objek dakwah mempunyai tingkatan tertentu
dalam artian bahwa ada yang memang sudah banyak mendalami ilmu agama dan ada
pula yang memang baru belajar tentang ilmu agama itu sendiri. Maka ketika kita
memberikan sebuah perintah kepada seseorang, kenalilah terlebih dahulu siapa
orang tersebut, karena hal ini juga menentukan bagaimana kelanjutan dari orang
tersebut untuk belajar dakwah. Yang kelima yakni memudahkan bukan menyulitkan.
Ketika kita berdakwah, maka yang harus kita ceritakan adalah bagaimana dalam
Islam itu memberikan sebuah kemudahan-kemudahan dalam menyelesaikan suatu
permasalahan. Yang keenam yakni yang pokok sebelum yang cabang. Hal yang
semacam ini terkadang memang dilupakan oleh para pendakwah, karena tak jarang
pula dari pendakwah yang menggembar gemborkan kebenaran yang memang sifatnya
ralatif tak lebih penting dari sebuah dasar ataupun nilai kebenaran dalam
Islam.
Yang
ketujuh yakni memberi harapan sebelum ancaman. Setiap nilai yang terkandung
dalam setiap ajaran agama islam sejatinya adalah memberikan sebuah harapan
terkait dengan moral, pola pikir serta kebiasaan hidup mereka sehari hari. Yang
kedelapan yakni memebrikan pemahaman bukan mendikte, yang kesembilan yakni
mendidik bukan menelanjangi, dan yang kesepuluh yakni murid guru bukan murid
buku. Dari hal yang telah disebutkan tadi, dapat kita ketahui bahwasanya dakwah
merupakan sebuah proyek besar di masa depan. Maka dari itu tak sembarangan
orang bisa berdakwah meskipun setiap orang mempunyai hak untuk berdakwah. Untuk
itu, sebagai generasi penerus bangsa sebagai kader Islam yang berbudi pekerti
dengan dilandasi iman dan hati, “ Janganlah kita hanya menunggu adanya sebuah
perubahan, lebih dari itu kitalah yang seharusnya melakukan perubahan.”

Komentar
Posting Komentar