Langsung ke konten utama

Lilin Lilin Kecil Penerang Negeriku


Pemimpin negeriku ini adalah pemimpin pemimpin yang berkompeten dan berkredibilitas tinggi. Terbukti dengan mereka mampu mengkoordinir sebuah sistem tata negara yang begitu luas dimana dalam sistem tata negara tersebut juga terdapat sistem sistem pemerintahan besar yang lainnya. Lebih dari itu timbul sebuah pertanyaan sampai kapankah mereka akan mampu memimpin negeri yang dipenuhi dengan segala keanekaragaman budaya serta keanekaragamaan permasalahan yang ada? Entahlah, tak ada yang tau dan tak ada yang mau tau, karena pola pikir orang pada saat ini hanya menuntut bagaimana mereka bisa sejahtera. Ibarat sebuah obor, mereka hanya bisa menuntut bagaimana sebuah obor dapat menjadi penerang bagi semua warganya. Padahal ketika berpikir secara logika, hal yang semacam itu adalah hal yang memang sangat sulit bahkan terkesan mustahil. Sejatinya negeri ini tidak membutuhkan obor yang besar, akan tetapi negeri ini membutuhkan lilin lilin kecil yang nantinya mampu menerangi setiap sendi sendi kehidupan dari setiap warga Indonesia. Bisa dikatakan pula Indonesia lebih membutuhkan sosok seorang pemimpin daripada seorang pimpinan. Berbeda arti seorang pemimpin dan seorang pimpinan. Disinilah kita sebagai mahasiswa, sebagai gerasi penerus bangsa dituntut untuk peran aktif untuk berkontribusi secara nyata meningkatkan segala kualitas dari Sumber Daya Manusia yang ada. Tentu dengan mengemban peran dan tugas yang seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah semudah membalikkan telapak tangan. Jika dulu di era kepemimpinan Soeharto para mahasiswa hanya bisa menuntut dan menuntut, maka sekarang mari kita tunjukan bahwasanya mahasiswa itu bukanlah title yang identik dengan kata demokrasi akan tetapi mahasiswa itu identik dengan pemersatu negeri. Saya rasa lisan ini tidak terlalu penting ketika kita harus mengatakan bahwa kita adalah pemersatu negeri ini, akan tetapi yang memang dituntut dari mahasiswa bagaimana action mereka, tindakan kita selanjutnya untuk tetap menjaga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Jika kita merasa sanggup serta siap untuk memikul peran yang begitu berat itu, maka mari kita bersama sama untuk menyongsong masa depan untuk menyongsong Indonesia Emas di masa yang akan datang karena kita PASTI BISA.

HIDUP MAHASISWA !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Urung Biasa Nganggo Bahasa Indonesia

Jaman mbiyen, pas umurku sekitar 5 taun pas nyong esih TK , nyong kuwe jerene si bocahe nakal banget, padahal menurutku ya ora patia nakal lah, lumrahe lah ya nek cah cilik njaluke werna werna, di tokokna siji njaluke loro, ditokokna loro, njaluke 3, ditokokna telu njaluke 4, eh malah bareng ditokokna 10 malah ora gelem nampani. Lah wong sing jenengane cah cilik ya maklum lah ya, wis lumrahe. Kie tau nyong pas disengi meng pasar, jenenge pasar karangbolong, nang kono kuwe nyong weruh mobil-mobilan crash gear sing nang tv bisa metu kewane. Hla nyong njaluk malah ora dituruti, mergane dina kuwe nyong wis tuku mobil-mobilan crash gear ana 3. Ya wis lah ya, sing jenengane cah cilik ngertine ya mung nangis, ya wis nyong nagis bae, mbok mbok ditokokna maning kaya sedurung durunge nek nangis. Eh jebule malah ditokokna maning. Sangar mbok? nangis kuwe senjata ampuh. Nah, enteni bae ya crita ciliku mbiyen, kie masalahe ceritane anu to be continued :D

Kawanku, Bahagiamu juga Bahagiaku

Kawanku, ku bangga bisa mengenalmu. Sebuah anugerah kita sempat dipertemukan dalam lingkungan yang sama. Senyummu senyumku senyum kita semua akan selalu terekam dalam memory ingatanku. Ketika bagaimana kamu bilang balung kepadaku, ketika bagaimana kamu sering nyubit dan mukulin aku, ketika bagaimana kamu sering ngledekin aku, ketika bagaimana kamu sering bilang cingcong kepadaku, dan ketika bagaimana kamu membuatku tertawa disetiap waktuku. Kawan, masih inginkah kamu menjadi penanggungjawab mata kuliah Bahasa Inggris 2 ? Ataukah sebenarnya ingin tetap menjadi bendahara? Maafkan aku kawan ketika memang aku ini belum bisa menjadi kawan baikmu, belum bisa menjadi ketua kelas yang bisa mengayomimu serta teman temanmu. Satu hal yang membuatku bahagia ketika kamu berhasil diterima di STAN, satu hal yang juga membuatku tak menginginkan kamu pergi dari pendidikan fisika setelah Tiara Nur Khanifa, Ardianto, Titis ,dan sekarang kamu. Tak sabar ketika nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam...