Langsung ke konten utama

Sebuah Garis Kehidupan


Hidup, siapa yang tak merasakan nikmat yang sunggup berarti dan sungguh bermakna dalam dirinya. Hidup tak hanya sekedar belajar ilmu agama serta ilmu dunia. Hidup sebagai fasilitas dan media untuk lebih mendekatkan diri dan berserah diri kepada-Nya. Akan tetapi sering kali kita lupa akan nikmat dan karunia yang telah kita dapati dan kita nikmati. Bukan makna hidup yang hendak saya katakan serta saya bagikan disini, malainkan hanyalah segelintir kisah, segelintir pengalamanu di dunia perkuliahan ini.
Unik memang ketika kita mengharapkan segala sesuatu yang kita kehendaki, akan tetapi segala sesuatu yang kita kehendaki tersebut tak kunjung tiba dan tak kunjung kita dapatkan, bahkan yang lebih uniknya lagi ketika kita tidak mengharapkan segala sesuatu yang memang tidak kita harapkan, malah itulah yang kita dapatkan. Tentu saja semua itu sudah menjadi garis kehidupan setiap manusia yang telah ditentukan oleh-Nya, sebagai hamba-Nya sudah sepatutnya kita menerima semua itu dengan hati ikhlas dan lapang dada. Dan inilah yang seharusnya saya lakukan ketika memang sosok seorang teman, bahkan lebih dari seorang teman ataupun sahabat untuk sementara pergi dan berpalingan dari canda dan tawa kita bersama setiap harinya. Sempat saya berpikir, apakah memang dia sudah tidak peduli dengan kita disini? Pernah juga saya berfikir bahwa keputusan yang dia ambil adalah sebuah keputusan yang konyol, sebuah keputusan yang memang sangat bodoh untuk dia ambi. Tapi kembali lagi dimana setiap kehidupan manusia di dunia ini sudah ada yang mengatur, sejatinya kita hanya bisa berusaha dengan disertai doa memohon pertolongan dari yang Maha Kuasa. Dan inilah yang memang saat ini saya coba teguhkan bahwasanya inilah hidupku, apapun yang terjadi pada diri dan hidupku ini adalah kehendak dari yang Maha Kuasa, Allah maha Mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya, dan Allah lah yang lebih mengetahui segala sesuatu yang memang dibutuhkan oleh hamba-Nya, maka dari itu nikmat manakah yang hendak kita dustakan? Alhamdulillah Ya Allah atas segala nikmat yang telah Engkau anugerahkan hingga saat ini .

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...