Entah apa arti kata loyalitas, entah apa arti kata prioritas, yang jelas keduanya memang saat ini yang tengah saya jalani. Akan tetapi terlepas dari arti kata loyalitas dan prioritas, hal yang memang sangat membingungkan antara mana yang harus dipilih dari keduanya, saya rasa keduanya memang sangat diperlukan dalam diri setiap orang. Loyalitas? Bagaimana kita bisa bekerja secara maksimal ketika kita tidak loyal pada suatu oraganisasi, ketika kita tidak loyal kepada orang lain, dan ketika kita tidak loyal pada pekerjaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita, akan jadi apa semua hal tersebut ketika kita acuh tak acuh dan tak mau akan hal hal tersebut. Prioritas? Bagaimana kita bisa mengetahui peran diri kita dalam suatu organisasi, dalam suatu kepanitiaan, dalam suatu masyarakat, yang mana pada intinya adalah mana yang harus didahulukan. Dari kedua kata loyalitas dan prioritas timbul beberapa masalah ataupun kebingungan bahkan mungkin ketidaktahuan bagaimana memposisikan diri seseorang bagi orang lain. Lalu timbul sebuah pertanyaan ketika dalam suatu oraganisasi kita lebih dibutuhkan daripada organisasi lainnya, namun kita tidak begitu loyal dengan oraganisasi tersebut? Simple bagiku ketika harus menjawab hal yang semacam itu, saya cuman menjawab nasi menjadi bubur. Nah kenapa saya menjawab seperti itu, kita mungkin lebih suka nasi daripada bubur, begitupun dengan oraganisasi, mungkin kita akan lebih nyaman untuk bekerjasama ketika kita loyal dengan oraganisasi tersebut, akan tetapi lain halnya ketika kita tidak loyal dengan oraganisasi tersebut, kita hanya bekerja semaunya saja. Tapi ketika kita disuruh memilih, apakah kita lebih memilih bubur ataukah memilih nasi, tentu saja kita akan lebih memilih nasi karena lidah kita sudah terbiasa makan nasi, tapi coba ketika untuk sesekali kita memakan bubur, mungkin itu akan menjadi suatu hal yang terasa sangat asing bagi kita karena kita sudah terbiasa dengan nasi. Pun dengan oraganisasi, mungkin kita juga perlu untuk sesekali mengorbankan loyalitas kita untuk sebuah prioritas yang memang menuntut partisipasi dan kerjasama dari kita. Karena dengan begitu kita tidak terpaku pada sebuah loyalitas tanpa mempedulikan prioritas.
Entah apa arti kata loyalitas, entah apa arti kata prioritas, yang jelas keduanya memang saat ini yang tengah saya jalani. Akan tetapi terlepas dari arti kata loyalitas dan prioritas, hal yang memang sangat membingungkan antara mana yang harus dipilih dari keduanya, saya rasa keduanya memang sangat diperlukan dalam diri setiap orang. Loyalitas? Bagaimana kita bisa bekerja secara maksimal ketika kita tidak loyal pada suatu oraganisasi, ketika kita tidak loyal kepada orang lain, dan ketika kita tidak loyal pada pekerjaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita, akan jadi apa semua hal tersebut ketika kita acuh tak acuh dan tak mau akan hal hal tersebut. Prioritas? Bagaimana kita bisa mengetahui peran diri kita dalam suatu organisasi, dalam suatu kepanitiaan, dalam suatu masyarakat, yang mana pada intinya adalah mana yang harus didahulukan. Dari kedua kata loyalitas dan prioritas timbul beberapa masalah ataupun kebingungan bahkan mungkin ketidaktahuan bagaimana memposisikan diri seseorang bagi orang lain. Lalu timbul sebuah pertanyaan ketika dalam suatu oraganisasi kita lebih dibutuhkan daripada organisasi lainnya, namun kita tidak begitu loyal dengan oraganisasi tersebut? Simple bagiku ketika harus menjawab hal yang semacam itu, saya cuman menjawab nasi menjadi bubur. Nah kenapa saya menjawab seperti itu, kita mungkin lebih suka nasi daripada bubur, begitupun dengan oraganisasi, mungkin kita akan lebih nyaman untuk bekerjasama ketika kita loyal dengan oraganisasi tersebut, akan tetapi lain halnya ketika kita tidak loyal dengan oraganisasi tersebut, kita hanya bekerja semaunya saja. Tapi ketika kita disuruh memilih, apakah kita lebih memilih bubur ataukah memilih nasi, tentu saja kita akan lebih memilih nasi karena lidah kita sudah terbiasa makan nasi, tapi coba ketika untuk sesekali kita memakan bubur, mungkin itu akan menjadi suatu hal yang terasa sangat asing bagi kita karena kita sudah terbiasa dengan nasi. Pun dengan oraganisasi, mungkin kita juga perlu untuk sesekali mengorbankan loyalitas kita untuk sebuah prioritas yang memang menuntut partisipasi dan kerjasama dari kita. Karena dengan begitu kita tidak terpaku pada sebuah loyalitas tanpa mempedulikan prioritas.

Komentar
Posting Komentar