Langsung ke konten utama

Sepercik Harapan

Manusia diciptakan dengan garis kehidupannya masing masing. Sungguh Maha Besar Allah yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya ini. Allah telah menciptakan manusia dengan tujuan tertentu. Sungguh unik memang manusia yang ada di bumi. Dari sekian juta manusia yang ada di bumi, tak ada satupun yang sama mutlak, bahkan sekalipun itu adalah kembar yang identik. Dan saya sadar, ternyata tak hanya umur manusia saja yang berkurang, bahkan setiap makhluk yang diciptakan Allah hingga alam semesta ini juga kelak suatu saat nanti akan hancur. Tak akan ada yang bisa selamat satupun dari maha dahsyatnya kiamat yang akan mengakhiri segala bentuk kehidupan di alam semsta ini. Namun kini, ketika zaman yang semakin maju, ketika zaman yang katanya memiliki segala bentuk teknologi yang sangat canggih ini telah mempengaruhi pikiran setiap manusia, mereka lupa akan hari yang akan meluluh lantahkan alam semesta dan seisinya ini. Bahkan mungkin tidak sedikit ketika dari orang orang yang ada di bumi lebih takut kehilangan pacarnya daripada kepada hari kiamat itu sendiri.
Mengingat hari kiamat, tentunya kita juga akan berfikir umur kita yang semakin lama sejatinya akan semakin berkurang. Ketika hal yang semacam itu terlintas dalam pikiran kita, kita seharusnya juga berfikir bahwa selama ini, selama kita hidup di dunia, apa saja yang sudah kita lakukan? Begitupun dengan saya sendiri, ketika menginjak usiaku yang 19 tahun ini, saya mulai berfikir, apa yang sudah saya berikan untuk orang tua saya, apa yang sudah saya berikan untuk teman-teman saya, apa yang sudah saya berikan untuk orang orang di sekitar saya dan apa yang sudah saya berikan sebagai bentuk rasa syukur saya kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya ini? 
Saya hanya bisa tersenyum malu ketika hal yang semacam itu terngiang dalam pikiran saya, karena memang selama ini apa yang saya berikan dan lakukan untuk orang lain mungkin lebih banyak daripada apa yang saya lakukan sebagai bentuk rasa syukur saya kepada Allah yang Maha Kuasa. 
Satu hal yang memang selalu menjadi pemikiran saya yakni ketika setiap kali, ketika hari demi hari ku langkahkan kaki di dunia ini, teringatku kepada mereka, teringatku kepada kakak-kakakku yang telah tiada. Sering kali ku membayangkan ketika mereka masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama di dunia ini mereka akan mengucapkan " selamat ulang tahun adikku tersayang, telah berkurang lagi umurmu di dunia ini, telah berkurang lagi waktumu untuk melakukan amalan amalan yaumi yang kelak akan menjadi tongkatmu meniti langkahmu menuju surga-Nya. Wahai kau adikku, ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit, ketika suatu saat nanti sudah waktunya kamu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, maka tak kan ada lagi yang bisa kamu lakukan, yang hanya bisa kamu lakukan adalah hanya menunggu temaptmu yang selanjutnya, surga atau neraka".
Sangat ingin ku mendapat petuah-petuah, amanah-amanah yang semacam itu. Tapi sayang kini mereka telah tiada, entah seperti apa mereka sekarang, tapi saya yakin bahwasanya doa mereka akan terus membersamai disetiap langkah dalam hidupku.amin amin ya rabbal alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...