Langsung ke konten utama

Indonesia yang Lebih Baik


Indonesia, negeri penuh dengan alam serta kekayaannya, negeri yang aku cintai, negeri tempat aku dilahirkan dan tinggal sampai saat ini. Yang ada dibenak kita ketika mendengar sebuah negeri nan hijau dan penuh dengan sumber daya alam di dalamnya, pandangan kita langsung tertuju pada sebuah negeri yang makmur dan sejahtera, tapi mengapa Indonesia tak demikian? Indonesia punya banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mempunyai potensi untuk dikembangakan, tapi mengapa Indonesia selalu begini? selalu tertinggal jika dibandingkan dengan negara negara maju yang lain.  Bukan saatnya bertanya mengapa Indonesia semakin lama semakin tertinggal dengan bangsa lain, tapi bagaimanakah solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa ini. Ya, Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah ruah di seluruh nusantara, Indonesia juga mempunyai pemimpin pemimpin negeri hebat sejak dulu, sebut saja Soekarno, Soeharto, Habibie, bahkan hingga saat ini kita juga masih mempunyai sosok sosok pemimpin negeri yang sangat berkompeten dan peduli dengan negeri ini, seperti Presiden kita saat ini. Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi mengapa ada juga orang yang mengatakan bahwa presiden kita yang sekarang ini tidak berkompeten dan sudah tidak mampu untuk memimpin negeri ini? maka jawabannya sangat sederhana, yakni cobalah anda yang mengatakan semacam itu beralih peran dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Jikalau kinerja anda lebih bagus daripada beliau, maka saya akui andalah yang seharusnya memimpin negeri ini, akan tetapi jika anda tidak jauh lebih baik dari kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, maka ketahuilah bahwa apa yang anda katakan semua itu adalah sebuah omong kosong. Semakin lama saya semakin geram dengan bangsa ini, mengapa? itu karena mereka lebih banyak menuntut daripada memberikan sebuah kontribusi untuk memenuhi tuntutan mereka, seperti halnya sebuah omongan tanpa disertai dengan tindakan. Semisal saja, meraka yang menginginkan negeri ini agar segera bebas dari korupsi, tapi mereka hanya berdiam diri dan menyaksikan mereka yang memakai uang rakyat untuk dikorupsi. Sebuah inspirasi dari seorang penggagas Indonesia Mengajar, beliau Pak Anis Baswedan mengatakan bahwa kita mampu memerangi korupsi dengan hanya bermodalkan sebuah kamera HP. Mengapa bisa? Tentu saja bisa, semisal saja ketika kita sedang berjalan melewati sebuah rumah anggota DPRD dan melihat bahwa di dalam garasinya terdapat banyak sekali mobil mewah, anda bisa memfotonya dan melaporkannya kepada KPK atau pihak yang berwenang. Sebenarnya kunci utama untuk memerangi korupsi di negeri ini adalah sebuah keberanian tanpa adanya rasa takut kepada mereka yang memiliki kekuasaan. Sekarang percuma saja semisal kita mempunyai sosok seorang pemimpin seperti Barak Obama jika saja tidak ada kontribusi dan partisipasai yang nyata dari rakyatnya dalam sebuah proses penyelenggaraan negara. Ya, memang benar dalam sebuah proses penyelenggaraan negara, antara pemerintah dan rakyatnya harus bekerja sama untuk memajukan kehidupan bangsa tersebut. Apakah Indonesia bisa menjadai bangsa yang besar? ya, tentu saja bisa. why not ? Indonesia punya segalanya, hanya saja sebuah keberanian yang harus dibenahi dari negeri ini, pemuda pemuda yang harus dibekali dengan iman dan taqwa yang kuat. Maka dari itu, mulai dari sekarang, teguhkan kuatkan tekad untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik kedepan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...