Langsung ke konten utama

Saya, Anda dan Mereka

Kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai diri saya, diri anda, dan juga diri mereka. Bagaimana manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan dalam dirinya, sehingga manusia di dunia ini bisa dikatakan semuanya unik karena memang tak ada manusia pun yang sama persis antara yang satu dengan yang lainnya, mirip mungkin saja tapi sama persis itu tidak ada. Dan begitulah yang akan saya ceritakan kali ini, tentang diriku, diri anda, dan diri mereka. Saya mungkin tidak lebih baik dari anda, saya mungkin tidak lebih beruntung dari anda, dan mungkin saya tidak lebih bahagia dari anda. Mungkin banyak yang bilang, kalau saya lebih bodoh dari anda, mungkin banyak yang bilang kalau saya lebih jelek dari anda, mungkin juga ada yang bilang kulit saya tak lebih putih daripada kulit anda, atau bahkan mungkin ada yang bilang kalau wajah saya tidak lebih tampan ataupun cantik dari diri anda. Tapi jika saya bandingkan diri saya yang memang kata orang saya tidak lebih baik dari diri anda, maka apa kata orang tentang mereka yang tidak lebih beruntung dari saya dan jauh tidak lebih beruntung dari anda. Maka apa kalian tentang ini, mereka yang punya dua tangan akan tetapi tidak mempunyai kaki, tapi mereka masih bisa menengadahkan tangan mereka untuk selalu bersyukur, untuk selalu meminta kepada yang menciptakan kita karena mereka telah diberi kesempatan untuk melihat dunia yang sementara ini meskipun tidak seberuntung saya ataupun anda. Mereka masih bisa berjalan menggunakan kedua tangan mereka, dan mereka masih bisa menggunakan kedua tangan mereka untuk bangkit ketika mereka sedang terjatuh.
Atau mungkin seorang atlet lari yang lebih tidak beruntung lagi, terlahir sebagai orang yang tidak normal dengan hanya mempunyai satu tangan dan tidak mempunyai kaki. Tapi lihatlah tekad, kemauan serta semangatnya untuk terus berlari disebuah lintasan lari hingga mencapai garis finish. Dan ketika saat dia terjatuh, dia masih bisa menggunakan satu tangannya untuk berdiri dan memulai kembali perjalanannya mencari kesempatan untuk menggapai mimpi.
 Tapi coba kalian bayangkan jika seandainya ada juga orang yang jauh tidak lebih beruntung lagi diri saya ataupun diri anda, seperti  seorang pria yang bernama Nick Vujicic. Dia sejak lahir tidak mempunyai tangan pun juga tidak mempunyai kaki. Lalu ketika suatu saat dia terjatuh, bagaimana cari dia untuk bangun sentara dia tidak mempunyai satupun tangan ataupun kaki? Apakah dia akan selamanya terjatuh dan menunggu orang untuk menolongnya untuk bangun. Maka yang Nick lakukan adalah menggunakan kepala untuk mebangunkan dirinya. Seberapa sering dia gagal untuk mencoba bangun? Sangat sering dan dia harus mencoba berkali-kali hingga dia berhasil bangun dengan menggunakan kepalanya. Ketika saat itu Nick tidak berpikir apakah ketika dia terjatuh, itu adalah sebuah akhir, akan tetapi dia berpikir bagaimana untuk mengakhirinya. 
Lalu bagaimana dengan saya, dengan diri anda, maka masih banggakah kita dengan diri kita sendiri dengan melihat mereka, yang memang jauh lebih tidak beruntung dari diri kita, akan tetapi mereka mempunyai semangat yang lebih jika dibandingkan dengan kita, mereka yang bisa malakukan lebih dari apa yang kita bayangkan. Maka sejujurnya, saya lebih bangga dengan mereka dengan segala kekurangannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Maafkanlah Cucumu, Nek

Pagi itu seperti biasa aku terbangun dari tidurku. Namun ada hal yang aneh pagi itu, pagi itu terasa tidak seperti pagi pagi yang telah aku lewati sebelumnya. Tubuh ini terasa malas untuk menjalankan rutinitas, jiwa ini pun terasa enggan untuk beranjak dari mimpi malam itu. Entah apa artinya itu, apakah itu sebuah pertanda ataukah sebuah rasa malas yang timbul secara tiba-tiba. Kamis, 17 April 2014 seharusnya adalah menjadi hari bagiku untuk sekedar menengok kampung halaman dan temu kangen sama keluarga, karena memang sebelumnya ada kabar yang tidak enak yang aku dengar dari kampung halaman. Ya, seorang wanita tuwa dengan senyum manisnya kala itu sedang terbaring di rumah sakit. Beliau sudah terbaring di rumah sakit sekitar kurang lebih 10 hari. Namun, menurut sepenuturan orang yang kala itu menjaga beliau di rumah sakit, ada hal yang aneh yang terjadi pada beliau. Beliau yang biasanya dengan ramah menyapa setiap orang yang datang kepadanya, namun kala itu beliau lebih memilih untu...

Pendidikan Saat Ini

Pendidikan merupakan permasalahan klasik negeri ini yang sampai saat ini masih belum saja bisa terselesaikan. Anggaran dari pemerintah untuk memajukan pendidikan di negeri ini pun selalu dinantikan dan senantiasa diharapkan oleh putra putri bangsa yang hidup dalam keterbelakangan. Mereka ingin mengenyam dan mendapatkan pendidikan seperti halnya yang dirasakan oleh orang lain yang mampu dengan mudah menyekolahkan anak-anaknya. Kebijakan pemerintahpun dibuat, akan tetapi timbul sebuah pertanyaan, kebijakan yang dibuat tersebut bersumber dari kepentingan pribadi ataukah bersumber pada sebuah kepedulian untuk pendidikan negeri ini. ketika sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah didasarkan pada sebuah kepedulian untuk memperbaiki pendidikan di negeri ini, tentulah saja pendidikan yang berada dalam level memperihatinkan ini akan semakin membaik, tapi lain halnya ketika sebuah kebijakan yang dibuat pemerintah hanya didasarkan pada kepentingan pribadi, pastilah pendidikan di negeri i...