Setiap insan mempunyai sejarah di dalam hidupnya, setiap insan mempunyai masa yang sudah berlalu di dalam hidupnya, tak terkecuali dengan saya yang saat ini sudah berusia dua puluh dua tahun lamanya. Tapi entah kenapa ada satu hal yang tidak berubah dari masa lalu sampai saat ini di dalam hidup saya.
Ibu, beliaulah yang tidak berubah hingga saat ini. Sosok pahlawan yang tempo hari mempertaruhkan apa yang beliau miliki hanya demi saya, sosok pahlawan yang kala itu mempertaruhkan nyawa beliau hanya demi sosok seorang bocah yang beliau kasihi semenjak di dalam kandungan beliau. Sejak saat itu saya berada di dalam kandungan, engkau pasti dengan sabarnya menenangkanku, engkau pasti dengan sabarnya merawatku, engkau pasti dengan sabarnya selalu berkorban untukku bu. Seberapa berhargakah sosokku bagimu bu?
Bu, inginku selalu berada di dekatmu, menjagamu di usia senjamu, merawatmu di hari tuwamu, membahagiakanmu di sisa akhir hidupku. Engkau yang dulu selalu menemaniku, engkau yang tak pernah mengeluh atas tingkah nakalku, engkau yang selalu memberikan senyum dan tawamu di setiap hari hariku. Bu, aku sayang padamu melebihi kasihku kepada diriku sendiri. Orang bilang bahwa ibu adalah sosok yang paling sabar di dalam hidupku, dan aku percaya itu karena tanpamu yang mengandungku selama sembilan bulan itu, tidak mungkin aku terlahir ke dunia untuk bahagia denganmu bu.
Bu, maaf karena sampai hari ini aku masih saja menjadi babanmu, selalu menjadi sosok yang membuatmu malu, selalu menjadi sosok yang selalu membuatmu bahagia ataupun menyakitimu. Bu, jika engkau suatu saat membaca ini, ketahuilah bahwa aku sangat sayang kepadamu bu.
Bu, inginku selalu berada di dekatmu, menjagamu di usia senjamu, merawatmu di hari tuwamu, membahagiakanmu di sisa akhir hidupku. Engkau yang dulu selalu menemaniku, engkau yang tak pernah mengeluh atas tingkah nakalku, engkau yang selalu memberikan senyum dan tawamu di setiap hari hariku. Bu, aku sayang padamu melebihi kasihku kepada diriku sendiri. Orang bilang bahwa ibu adalah sosok yang paling sabar di dalam hidupku, dan aku percaya itu karena tanpamu yang mengandungku selama sembilan bulan itu, tidak mungkin aku terlahir ke dunia untuk bahagia denganmu bu.
Bu, maaf karena sampai hari ini aku masih saja menjadi babanmu, selalu menjadi sosok yang membuatmu malu, selalu menjadi sosok yang selalu membuatmu bahagia ataupun menyakitimu. Bu, jika engkau suatu saat membaca ini, ketahuilah bahwa aku sangat sayang kepadamu bu.
Bu, masih teirngat jelas semua kenanganku bersamamu. Satu hal yang selalu bisa membuatku menangis adalah tentangmu bu. Sehatlah selalu bu, jaga dirimu baik baik di rumah bu, hingga aku keluar dari tempat ini dan kembali ke sampingmu bu, hingga aku menjadi sosok yang menjadi penjaga dan perawatmu bu.
Maaf ibu, karena sampai hari ini aku masih saja menyusahkanmu.
Sabtu, 1 April 2017
Maaf ibu, karena sampai hari ini aku masih saja menyusahkanmu.
Sabtu, 1 April 2017

Komentar
Posting Komentar