Langsung ke konten utama

Menenangkanku


Setiap insan mempunyai sejarah di dalam hidupnya, setiap insan mempunyai masa yang sudah berlalu di dalam hidupnya, tak terkecuali dengan saya yang saat ini sudah berusia dua puluh dua tahun lamanya. Tapi entah kenapa ada satu hal yang tidak berubah dari masa lalu sampai saat ini di dalam hidup saya. 
Ibu, beliaulah yang tidak berubah hingga saat ini. Sosok pahlawan yang tempo hari mempertaruhkan apa yang beliau miliki hanya demi saya, sosok pahlawan yang kala itu mempertaruhkan nyawa beliau hanya demi sosok seorang bocah yang beliau kasihi semenjak di dalam kandungan beliau. Sejak saat itu saya berada di dalam kandungan, engkau pasti dengan sabarnya menenangkanku, engkau pasti dengan sabarnya merawatku, engkau pasti dengan sabarnya selalu berkorban untukku bu. Seberapa berhargakah sosokku bagimu bu?
Bu, inginku selalu berada di dekatmu, menjagamu di usia senjamu, merawatmu di hari tuwamu, membahagiakanmu di sisa akhir hidupku. Engkau yang dulu selalu menemaniku, engkau yang tak pernah mengeluh atas tingkah nakalku, engkau yang selalu memberikan senyum dan tawamu di setiap hari hariku. Bu, aku sayang padamu melebihi kasihku kepada diriku sendiri. Orang bilang bahwa ibu adalah sosok yang paling sabar di dalam hidupku, dan aku percaya itu karena tanpamu yang mengandungku selama sembilan bulan itu, tidak mungkin aku terlahir ke dunia untuk bahagia denganmu bu.
Bu, maaf karena sampai hari ini aku masih saja menjadi babanmu, selalu menjadi sosok yang membuatmu malu, selalu menjadi sosok yang selalu membuatmu bahagia ataupun menyakitimu. Bu, jika engkau suatu saat membaca ini, ketahuilah bahwa aku sangat sayang kepadamu bu.
Bu, masih teirngat jelas semua kenanganku bersamamu. Satu hal yang selalu bisa membuatku menangis adalah tentangmu bu. Sehatlah selalu bu, jaga dirimu baik baik di rumah bu, hingga aku keluar dari tempat ini dan kembali ke sampingmu bu, hingga aku menjadi sosok yang menjadi penjaga dan perawatmu bu.
Maaf ibu, karena sampai hari ini aku masih saja menyusahkanmu.
Sabtu, 1 April 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya dan Wakatobi

Tetiba teringat akan sebuah tempat indah di sebuah pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya, Kaledupa pulau yang saya maksud. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan WaKaToBi merupakan sebuah pulau kecil yang untuk kesana saja memerlukan waktu yang tidak sebentar (bagi saya). WaKaToBi, Wanci Kaledupa Tomia Binongko begitulah kata orang-orang mengapa dinamakan kepulaun WaKaToBi. Di tempat inilah saya pernah menemukan banyak pengalaman dan ilmu yang sampai saat ini masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Untuk memulai cerita saya tentang Wakatobi, terlebih dahulu saya harus memulainya dari Green Campus Sebelas Maret Univercity. Bahwa Universitas Sebelas Maret mempunyai salah satu mata kuliah yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimana setiap mahasiswanya mulai dari angkatan 2011 wajib mengikuti KKN selama kurang lebih 45 hari di sebuah tempat yang sudah ditentukan ataupun di sebuah tempat yang sudah di usulkan. Tibalah giliran saya seorang mahasiswa Pendidikan Fisika angkata...

Urung Biasa Nganggo Bahasa Indonesia

Jaman mbiyen, pas umurku sekitar 5 taun pas nyong esih TK , nyong kuwe jerene si bocahe nakal banget, padahal menurutku ya ora patia nakal lah, lumrahe lah ya nek cah cilik njaluke werna werna, di tokokna siji njaluke loro, ditokokna loro, njaluke 3, ditokokna telu njaluke 4, eh malah bareng ditokokna 10 malah ora gelem nampani. Lah wong sing jenengane cah cilik ya maklum lah ya, wis lumrahe. Kie tau nyong pas disengi meng pasar, jenenge pasar karangbolong, nang kono kuwe nyong weruh mobil-mobilan crash gear sing nang tv bisa metu kewane. Hla nyong njaluk malah ora dituruti, mergane dina kuwe nyong wis tuku mobil-mobilan crash gear ana 3. Ya wis lah ya, sing jenengane cah cilik ngertine ya mung nangis, ya wis nyong nagis bae, mbok mbok ditokokna maning kaya sedurung durunge nek nangis. Eh jebule malah ditokokna maning. Sangar mbok? nangis kuwe senjata ampuh. Nah, enteni bae ya crita ciliku mbiyen, kie masalahe ceritane anu to be continued :D

Kawanku, Bahagiamu juga Bahagiaku

Kawanku, ku bangga bisa mengenalmu. Sebuah anugerah kita sempat dipertemukan dalam lingkungan yang sama. Senyummu senyumku senyum kita semua akan selalu terekam dalam memory ingatanku. Ketika bagaimana kamu bilang balung kepadaku, ketika bagaimana kamu sering nyubit dan mukulin aku, ketika bagaimana kamu sering ngledekin aku, ketika bagaimana kamu sering bilang cingcong kepadaku, dan ketika bagaimana kamu membuatku tertawa disetiap waktuku. Kawan, masih inginkah kamu menjadi penanggungjawab mata kuliah Bahasa Inggris 2 ? Ataukah sebenarnya ingin tetap menjadi bendahara? Maafkan aku kawan ketika memang aku ini belum bisa menjadi kawan baikmu, belum bisa menjadi ketua kelas yang bisa mengayomimu serta teman temanmu. Satu hal yang membuatku bahagia ketika kamu berhasil diterima di STAN, satu hal yang juga membuatku tak menginginkan kamu pergi dari pendidikan fisika setelah Tiara Nur Khanifa, Ardianto, Titis ,dan sekarang kamu. Tak sabar ketika nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam...