"Simbah" mungkin itulah yang saat ini terngiang dalam benak dan pikiranku. "Simbah" kehadiranku di kehidupanmu semoga tak memberatkan segala beban hidupmu, semoga pertemuan kita yang singkat ini memberimu sedikit arti kebahagiaan memiliki seorang cucu. "Simbah" belum terhitung lama ketika engkau pergi meninggalkanku dan semua kenangan kita untuk bertemu dengan Rabb mu tapi hati ini sudah berkata rindu untuk berjumpa lagi denganmu "Simbah". "Simbah" meskipun seringkali tutur kata dan tingkah lakuku yang membuatmu tak kuasa menahan semua amarah dan emosimu, tapi aku ingin engkau tau bahwa cucumu saat ini sangat merindukanmu, menginginkan kita bisa bersenda gurau lagi seperti kala itu dan menghabiskan masa masa kecilku bersamamu. "Simbah" jikalau engkau mau datang dalam mimpiku malam ini, maka tak kan ku sia siakan waktu itu untuk ku habiskan bersamamu.
Teringat ketika satu tahun yang lalu engkau sudah cukup dibuat sedih ketika engkau kehilangan sosok seorang pendamping hidup yang selalu setia mendampingimu di kala engkau sedang suka, duka dan bahagia. Maafkan aku "Simbah" ketika saat itu aku tak berada di sampingmu. "Simbah" terimakasih sudah memberikan contoh bagi kami selama ini, terimakasih sudah mengingatkan kami ketika kami melakukan hal nakal diluar ketidaktahuan kami, terimakasih karena selama ini engkau telah menjadi tulang punggung dari keluarga kami, terimaksih karena engkau sudah berani memarahiku ketika aku tidak mau menuruti apa kata orang tuaku, terimakasih terimakasih terimakasih "Simbah" ku.
Inginku bertemu denganmu dan mengatakan sesuatu kepadamu "Simbah", dan aku pun mengharapkan sebuah dua patah kata terakhir dari lisanmu "Simbah". Maaf karenaku mungkin hidupmu terasa susah, maaf karenaku mungkin hidupmu terasa berat, maaf karenaku mungkin hidupku terasa berantakan tapi ketahuilah semua itu aku lakukan karena aku hanya ingin melihatmu bahagia atas kehadiranku

Komentar
Posting Komentar